Tidak Lebih dari Seorang Kamu

Setahuku, rindu itu tak bersyarat.
Selama ini dia tidak pernah sempat menanyakan alasanku merasakannya, atau mungkin dia hanya terlalu sibuk menyiksa.

Tapi jika dibutuhkan, aku akan mencoba membuka lagi lembar demi lembat catatan yang berisi kosakata dalam semesta otakku.

..

Dan kali ini bukan demi kamu, Sayang.
Sungguh bukan kamu, hanya saja, entahlah..
mungkin semuanya sudah terangkum dalam rasa laknat ini

..

Rindu ini masih tetap disini, kamu tahu kenapa? Karena aku percaya kamu belum menghilang begitu saja.

Rindu ini masih tetap disini, karena jutaan mimpi itu masih berkelebat dan melibatkanmu.
Rindu ini masih tetap disini, karena secangkir kopi yang tadinya aku berikan, membuatnya menginginkan lagi.
Sang rindu masih tetap disini, karena akhirnya aku memutuskan untuk bercerita kepadanya bagaimana ia bisa begitu menyakitkan, hingga aku sering mengerenyitkan dahi ketika jumpa tak pernah berwujud.


Dan dia; Rindu, masih tetap disini, karena sempat kupikir dia hanyalah suatu jeda dan aku membiarkan nafasku terlanjut disana.
Dan dia; Rindu, masih tetap disini karena kemudian aku harus mengerti bahwa ia sebenarnya adalah teka-teki jahat, atau suatu lorong (mungkin labirin) yang harus ku tebak sendiri, kutelusuri yang kemudian menyelamatkanmu yang menjadi sanderanya.

Rindu ini tetap disini, karena aku terus menerus menulis tentang rindu.


Karena rindu ternyata tidak lebih... dari seorang Kamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

iik

Beritahu aku

Kamu Bising di Kepalaku