Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017

Tidak Lebih dari Seorang Kamu

Setahuku, rindu itu tak bersyarat. Selama ini dia tidak pernah sempat menanyakan alasanku merasakannya, atau mungkin dia hanya terlalu sibuk menyiksa. Tapi jika dibutuhkan, aku akan mencoba membuka lagi lembar demi lembat catatan yang berisi kosakata dalam semesta otakku. .. Dan kali ini bukan demi kamu, Sayang. Sungguh bukan kamu, hanya saja, entahlah.. mungkin semuanya sudah terangkum dalam rasa laknat ini .. Rindu ini masih tetap disini, kamu tahu kenapa? Karena aku percaya kamu belum menghilang begitu saja. Rindu ini masih tetap disini, karena jutaan mimpi itu masih berkelebat dan melibatkanmu. Rindu ini masih tetap disini, karena secangkir kopi yang tadinya aku berikan, membuatnya menginginkan lagi. Sang rindu masih tetap disini, karena akhirnya aku memutuskan untuk bercerita kepadanya bagaimana ia bisa begitu menyakitkan, hingga aku sering mengerenyitkan dahi ketika jumpa tak pernah berwujud. Dan dia; Rindu, masih tetap disini, karena sempat kupikir dia hanyal...

Aku Tak Butuh Belas Kasihanmu

Sudahkah kamu menghitung, basa-basi ku menanyakan kabar mu lewat sebuah aksara? Alih-alih menanyakan kabar, aku malah memulai sebuah tulisan dengan rasa sakit. Maka aku yakin, saat ini kau baik-baik saja disana. Akupun telah memohon kepada Tuhan agar selalu menjagamu, bukankah Tuhan sebaik-baiknya penjaga? Aku tak perlu khawatir bukan? Sebelum 7 hari itu berlalu, kemudian kamu memilih pergi. Dan sebelum aku tak lagi menulis tentangmu, kali ini kamu berhasil membuatku tersedu dan menggigil karena rindu. Berharap "pop up"  pesan datang dari mu di gadget ku, malah membuat ku pilu, membunuh setiap harapku. Memperjuangkan mu? Kau ingat aku pernah menahanmu agat tak benar-benar pergi, aku pernah berusaha membuktikan jika aku tak ingin kehilanganmu. Belum kuatkah bukti jika aku benar-benar tak ingin kau pergi? Katakan padaku apa yang bisa membuatmu untuk tetap tinggal.. Tapi, sepertinya kali ini aku tak bisa melakukan apapun, sepertinya aku memilih untuk menyerah. Karena p...