Andai Aku adalah Semesta
Dan kopi selalu bisa memulai hari ku, mungkin hanya untuk memulai sebuah pekerjaan atau hanya untuk mengisi laman blog ku dengan aksara yang selalu kau anggap "sisi melankolisku" yang (lagi-lagi) kamu anggap bualan semata. Sudah hampir dua jam aku duduk di sebuah sudut kedai kopi yang sebenarnya gerainya sudah banyak di area publik untuk kita sambangi. Akan sedikit aku gambarkan bagaimana kondisinya, saat ini aku duduk di sebuah meja yang hanya cukup untuk sebuah notebook berukuran 10 inch, sebuah papper cup kopi panas berukuran sedang, sepiring butter croisant favorit ku. Di depan ku terhampar danau buatan dengan warna hijau tua bercampung turqoise dengan patulan matahari. Disekelilingnya berjejer pohon rindang lebat dengan sebuah taman kecil yang manis dengan beberapa bunga lili dan kresan yang didominasi warna biru, putih dan kuning, disisi timur danau. Menatap keluar jendela, matahari sepertinya sedang mempunyai mood yang baik hari ini, cahayanya memantul di atas ria...