Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2017

Andai Aku adalah Semesta

Dan kopi selalu bisa memulai hari ku, mungkin hanya untuk memulai sebuah pekerjaan atau hanya untuk mengisi laman blog ku dengan aksara yang selalu kau anggap "sisi melankolisku" yang (lagi-lagi) kamu anggap bualan semata. Sudah hampir dua jam aku duduk di sebuah sudut kedai kopi yang sebenarnya gerainya sudah banyak di area publik untuk kita sambangi. Akan sedikit aku gambarkan bagaimana kondisinya, saat ini aku duduk di sebuah meja yang hanya cukup untuk sebuah notebook berukuran 10 inch, sebuah papper cup kopi panas berukuran sedang, sepiring butter croisant favorit ku. Di depan ku terhampar danau buatan dengan warna hijau tua bercampung turqoise dengan patulan matahari. Disekelilingnya berjejer pohon rindang lebat dengan sebuah taman kecil yang manis dengan beberapa bunga lili dan kresan yang didominasi warna biru, putih dan kuning, disisi timur danau. Menatap keluar jendela, matahari sepertinya sedang mempunyai mood yang baik hari ini, cahayanya memantul di atas ria...

Hujan itu Magis

Gemericik air turun membasahi kaca cendala. Mengalir lembut, mungkin terdengar berlebihan, tapi melihat mereka bernyanyi. Haha. Aku masih ingat beberapa hari lalu aku memilih untuk menangis karena rindu. Rindu yang membuat ku sesak. Sepertinya langit sedang menangisi malam, atau mungkin ikut bersedih. Sepertinya mereka mengerti dan juga merasa kamu berubah. Ah, kenapa aku selalu berlebihan. Aku masih saja duduk bersama coklat panas dan aksara. Andai kamu ada, mungkin isi blog ku tidak akan semuram ini. Ah, lagi-lagi aku berlebihan. Kenapa rindu ku selalu beriring dengan hujan? Tak bisakah Tuhan berbaik hati untuk mendatangkan langit yang cerah ketika aku rindu? hingga aku bisa menikmati rindu dengan sebuah senyum simpul. Hujan malam ini mengalun bersama rindu. Merenyuh hati pada setiap dentingnya. Indah memang, tapi terasa pilu. Mengapa rindu bisa begitu magis? Ia bisa membuat ku tiba-tiba melihat bagaimana kamu yang akhirnya (dulu) bahagian tanpa aku. Biasanya hujan t...

25, Angkamu Saat Ini

Gambar
Tepat ditanggal hari ini, namun 25 tahun yang lalu, sebuah keluarga kecil sedang diliputi penuh kebahagiaan. Bagaimana tidak, sepasang pria dan wanita itu sedang mendapat hadiah dari Tuhan dengan lahirnya seorang gadis mungil nan cantik. Bayi perempuan yang tumbuh dengan cinta disekelilingnya. Bayi perempuan itu akhirnya tumbuh menjadi perempuan yang aku kenal hari ini. Sedikit bercerita tentang perempuan ini yang kebetulan hari ini genap sudah 25 tahun eksistensinya diakui di Indonesia karena memang legitimasinya, hahaha. Wanita manis atau lebih tepatnya cantik, blasteran Batak Jawa ini sudah aku kenal hampir 1 tahun belakangan ini. Perempuan cantik, bawel, mood swings yang kadang merepotkan banyak orang. Ia bisa begitu menyebalkan jika tak mau diganggu. Seorang perempuan yang begitu berani dan tegas untuk berkata TIDAK jika memang hal tersebut bukan yang ia kehendaki. Honey, you deserve to be happy more than anyone, more than today.. Yussie. Nama yang singkat padat je...