Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

iik

Anw  terimakasih sudah mau repot-repot datang, hanya sekedar untuk menemani ku menyeruput kopi ku. ... Kata mu, aku ada pada hubungan denga manusia yang penuh luka. Kata mu, memulai ini semua bukan sebuah keputusan dan jalan yang mudah. Kata mu, untuk masuk ke situasi seperti ini adalah hal yang secara sadar kamu ambil risikonya. .. Kepada ik, Aku sedang terang-terangan rindu, hingga segelas kopi yang baru aku seduh tercium aroma mu. Hangat yang sedang ku genggam dalam pilu, kalah dengan senyum yang pernah kau sajikan dalam tatapmu. Namun, Rindu tak pernah banyak bicara, aku bukan orang biasa mengucap rindu dengan mudah. Aku hanya dibuatnya tak berdaya, hingga saat nurani mulai gemas, aku dibuatnya percaya. Kepada Ik, Kita pernah sama-sama merasa mati dalam luka yang terpatri, Namun, kini rasanya kita sama-sama lelah menanti. Mari kita saling mengerti; dalam setiap rasa yang ingin dipahami. Ik. Kamu tahu apa yang paling lebih menenangkan setelah perjalan...

Kamu Bising di Kepalaku

Gambar
••••••••••••••••••••••• Sini, duduk bersama ku menikmati siang dengan sisa-sisa hujan pagi tadi, yang banyak kata orang jadi saat-saat untuk; jatuh cinta-kehilaangan, mengenang-membuat memorial, memutuskan-merajut, kembali-pergi, menangis-tertawa, berpisah-bertemu, sendiri-bersama. Sembari menyeruput americano on the rock , aku mengundangmu untuk duduk bersama ku, bicara soal apa saja yang kau suka. Musik kesukaan mu, kegiatan yang kamu sukai, atau pola hidup sehat mu yang kadang aku hanya bisa menanggapinya dengan mengangguk dan terseyum, ketika kamu menceritakannya. Kamu terlalu banyak diam ketika bersama ku, bibir mu terlalu menggemaskan kalau hanya kau gunakan untuk diam, Sayang. Duduklah berhadapan dengan ku, maka aku bisa melihat mata coklat gelap mu yang selalu terbingkai rapi dengan kacamata mu itu. Tapi aku paling suka suara beratmu. Astaga, kalau saja aku tak bisa menahan diri, mungkin sudah ku peluk kau ditengah keramaian. Hahaha . Tubuh mu seperti morfin...