Beritahu aku
Senyum ku membuncah saat ku baca buble chat mu.
....
Malam kemarin, kamu dan aku hanya seperti teman lama yang baru berjumpa.
Pertemuan yang seharusnya jadi blind date ku, setelah sembuh dari luka.
Disebuah bangku coklat, dari kejauhan, ku lihat sosok mu. Santai. Bersandar nyaman pada sebuah bangku kecil. Tawa mu lepas. Dengan kemeja coklat, senada dengan celana mu. Sengaja aku nikmati dulu pemandangan itu. Tak ku percepat langkah ku.
Senyummu mengembang. Mata mu masih aku kagumi seperti saat dulu kita masih berada lingkungan yang sama - teduh - Aku selalu suka keduanya, andai kamu tahu. Topi hitam itu terlihat pas dengan mu, lengkap dengan kacamata kesayanganmu.
Menikmati se-cup kopi, sembari berjalan ke arahmu seperti sebuah reuni tak terduga.
Otak mengawang, siap dengan cerita mu belakangan ini.
Ternyata pertemuan semalam, tak seperti yang aku kira. Ajaib. Kamu yang mencari pendamping hidup, dan aku yang ingin memulai sebuah perjalanan baru.
Canggung.
Kamu tidak akan pernah tahu, bagaimana jantungku berdetak dengan detik yang tak teratur. Entah harus bicara apa, aku terlalu sibuk mendengar setiap kata yang keluar dari bibirmu.
Malam mulai meninggi. Kota ku semakin sepi. Malam itu, ketika kita harus pulang, aku hanya bisa menatap punggung mu menjauh.
.....
Kebetulan siang ini hujan turun. Langit begitu muram. Buntu otak ku, ingin buru-buru pulang. Belum selesai urusan ku dengan pekerjaan. Siang ini, dari sekian banyak percakapan yang masuk, salah satunya kamu.
Beritahu aku, aku harus apa?
Harus ku balas dengan apa?
Jangan terlalu lama sakit.
Mari bicara, kamu harus mempertanggung jawabkan pesan mu itu :)

Komentar
Posting Komentar