Aku Tak Butuh Belas Kasihanmu

Sudahkah kamu menghitung, basa-basi ku menanyakan kabar mu lewat sebuah aksara? Alih-alih menanyakan kabar, aku malah memulai sebuah tulisan dengan rasa sakit.

Maka aku yakin, saat ini kau baik-baik saja disana. Akupun telah memohon kepada Tuhan agar selalu menjagamu, bukankah Tuhan sebaik-baiknya penjaga? Aku tak perlu khawatir bukan?

Sebelum 7 hari itu berlalu, kemudian kamu memilih pergi. Dan sebelum aku tak lagi menulis tentangmu, kali ini kamu berhasil membuatku tersedu dan menggigil karena rindu. Berharap "pop up" pesan datang dari mu di gadget ku, malah membuat ku pilu, membunuh setiap harapku.

Memperjuangkan mu?
Kau ingat aku pernah menahanmu agat tak benar-benar pergi, aku pernah berusaha membuktikan jika aku tak ingin kehilanganmu. Belum kuatkah bukti jika aku benar-benar tak ingin kau pergi? Katakan padaku apa yang bisa membuatmu untuk tetap tinggal..

Tapi, sepertinya kali ini aku tak bisa melakukan apapun, sepertinya aku memilih untuk menyerah.
Karena percuma saja jika hanya aku yang jatuh hati dengan mu, sedang kau tak jatuh bersamaku, pun tidak menarik ku dari jatuhku.

Tidak lagi menulis tentang mu, bukan berarti aku sedang ingin melupakan mu, karena itu takkan mungkin terjadi. Aku tak lagi punya banyak ruang untuk melupakanmu.

Pergimu yang dalam diam, masih terasa hangat. Masih ada harap untuk kau kembali, namun yang sast ini sedang ku coba adalah menghapusnya.

Tentang janji mu? Aku luruhkan bersama hujan sore tadi. Dan jika harus melewati ini semua dengan kenangan yang melekat, aku tak apa. Akan ku nikmati proses perihnya - lagi.

Jadi biarkan kali ini aku kembali menangisi semuanya seperti yang pernah kamu lakukan sebelumnya. Sama seperti sebelumnya. Jangan lagi kau pinta untuk kembali pulang.

Sungguh, Sayang, aku tak butuh belaskasih mu.

Komentar

  1. Mengapa tulisanmu menyentuh seakan semua kata itu benar menjelaskan tentang rindu yg tak terbalas ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. akan ada masa dimana kamu hanya tersenyum simpul ketika mengingat betapa bodoh dulu kamu pernah bertahan sebegitunya utk orang yg hanya menganggap mu hanya seperlunya. Kuatkuat. Luv 😘

      Hapus
    2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

iik

Beritahu aku

Kamu Bising di Kepalaku